RSS

Keruntuhan Sriwijaya

01 Nov

Sriwijaya memang kerajaan yang sangat besar. Kerajaan ini mampu menjadi kerajaan maritim yang hebat. Banyak para ahli sejarah menyebut kerajaan Sriwijaya adalah kerajaaan yang sangat mempengaruhi peradaban Asia Tenggara. Namun, tiada gading yang tak retak. Kerajaan ini dapat mengalami kemunduran, bahkan keruntuhan. Hal ini mungkin dapat menjadi pelajaran bagi kita bahwa setiap sesuatu besar pasti mengalami kejatuhan.

Kerajaan Sriwijaya pada saat itu diserang oleh kerajaan yang dipimpin oleh Raja Cholamandala. Dua kerajaan itu bertempur dengan sangat sengit. Serangan Raja Cholamandala sangat kuat. Akibat serangan yang begitu kuat itu, kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran dalam peperangan. Serangan Raja Cholamandala itu membuat kerajaan Sriwijaya menjadi sangat lemah.[1] Serangan itu juga mengakibatkan kebangkitan kerajaan Melayu-Jambi menjadi lebih kuat.

Sebelumnya, kerajaan Melayu-Jambi berada di bawah kekuasaan kerajaan Sriwijaya. Pada saat kerajaan Sriwijaya sedang mengalami kejayaan, kerajaan Melayu-Jambi mempunyai kekuasaan yang lemah dan selalu kalah bersaing dengan kerajaan Sriwijaya. Akan tetapi, kerajaan Melayu-Jambi menjadi berkembang saat kerajaan Sriwijaya diserang oleh raja Cholamandala. Kerajaan Melayu-Jambi tentunya menyusun kekuatan secara perlahan-lahan untuk memperluas pengaruhnya.

Seiring perkembangan kerajaan Melayu-Jambi yang pesat pasca diserang Raja Cholamandala, wilayah kerajaan Sriwijaya direbut oleh kerajaan Melayu-Jambi. Wilayah kerajaan Sriwijaya semakin lama menjadi semakin kecil. Roda kekuasaan mulai berganti. Kerajaan Melayu-Jambi mulai menjadi kerajaan yang cukup besar selagi kekuasaan kerajaan Sriwijaya melemah. Kerajaan Sriwijaya mulai mengembalikan kekuasaannya, namun kekuasaannya tidak seperti pada masa kejayaan kerajaan Sriwijaya yang dulu.

Kerajaan Sriwijaya mulai runtuh antara tahun 1178 dan 1225 karena ditaklukkan oleh kerajaan Melayu-Jambi.[2] Kerajaan Sriwijaya tersisih akan hal tersebut. Namun, ada yang mengatakan juga bahwa kerajaan Sriwijaya mulai melemah sejak munculnya agama Islam. [3]Munculnya agama Islam dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh bagi keruntuhan kerajaan Sriwijaya. Hal ini mungkin terbukti benar karena agama Islam mampu mengganti peradaban Hindu-Budha yang kaya akan peninggalan kebudayaan. Ajaran Islam juga sangat sederhana sehingga ajarannya mampu menarik perhatian masyarakat Hindu-Budha kepada Islam.


[1] Nia Kurnia Solihat Irfan, Kerajaan Sriwijaya, Jakarta, 1983, hlm. 95

[2] Ibid, hlm. 100

[3] Mohd. Dahlan Mansoer, Pengantar Sejarah Nusantara Awal, Kuala Lumpur, 1979, hlm. 132

Sumber:
Irfan, Nia Kurnia Solihat.1983. Kerajaan Sriwijaya. Jakarta:_____
Mansoer, Mohd Dahlan.1979. Pengantar Sejarah Nusantara Awal. Kuala Lumpur:____

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on November 1, 2011 in Masa Kerajaan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: